BEM FKIP Untad di Tangan Pemimpin Baru, Apa yang Berubah?

 

Foto by: Frisya,SL/"Serah Terima Jabatan BEM 2025"


SiloLangiNews-Palu. Setelah melalui serangkaian proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Indriani Jesika Tapi dan Hairul resmi ditetapkan sebagai Ketua BEM FKIP Untad Periode 2025. Penetapan dan serah terima jabatan berlangsung di Serbaguna 1, Lt. 2 Ruang Senat FKIP pada 14 Maret 2025. Acara ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, pengurus BEM periode sebelumnya, serta ketua-ketua lembaga atau perwakilan dari seluruh FKIP UNTAD.


Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FKIP Untad, Arief Rahman, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar pemilihan raya (PEMIRA) dapat kembali diadakan. Ia menyoroti bahwa FKIP telah tiga tahun berturut-turut memilih Ketua dan Wakil Ketua BEM melalui aklamasi. Meskipun demikian, ia tetap bersyukur bahwa BEM FKIP Untad masih berjalan dan tidak sampai dibekukan.


"Sebenarnya kami mengharapkan adanya PEMIRA karena kita ketahui bersama bahwa FKIP kurang lebih tiga tahun aklamasi. Namun, bukan berarti ini menjadi suatu masalah. Yang jelas, BEM FKIP Untad sudah terselamatkan dari kemungkinan pembekuan. Harapan kami, mereka dapat bersinergi dengan seluruh lembaga di FKIP untuk menjadikan FKIP lebih baik. Kerja sama dan komunikasi yang baik sangat diperlukan agar tidak terjadi miskomunikasi," ujar Arief.


Wakil Dekan FKIP Untad, Dr. Humaedi, S.Pd., M.Pd., AIFO, turut memberikan sambutan. Ia menegaskan pentingnya komunikasi yang baik dalam organisasi serta menyoroti lonjakan jumlah PKM dari FKIP yang meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya.


"Saya harap Ketua BEM yang baru ini dapat bersinergi dengan semua pihak. Kita komunikasikan apa yang perlu dikomunikasikan. Perlu saya sampaikan bahwa PKM itu sampai saat ini yag masukan proposal 48 judul yang masuk, Teknik 30, yang paling banyak MIPA 50. Satu lonjakan yang kita lakukan tahun ini. Karena atmosfir itu kita bangun. Teman teman semua, kalau ada kegiatan ayo dorong teman teman yang lain untuk masukkan proposal. Teman teman Wadek Bima di fakultas lain menyampaikan bahwa FKIP mengalami lonjakan dalam PKM tahun ini. Ini menandakan adanya kerja sama yang baik antara dosen dan mahasiswa," Ucapnya.


Pada pertemuan tersebut, Ketua BEM yang baru, Indriani Jesika Tapi, memaparkan visi dan misi mereka:


Visi:
Menjadikan BEM sebagai lembaga yang aktif, inovatif, dan inklusif dalam mengembangkan potensi mahasiswa guna berpartisipasi aktif dalam lingkup FKIP bahkan Universitas Tadulako.


Misi:
1. Memperbaiki atau meningkatkan komunikasi yang harmonis antar lembaga di FKIP guna menciptakan kerja sama yang baik dan kondisi yang kondusif di lingkungan FKIP bahkan di kampus Untad.

2. Meningkatkan minat mahasiswa untuk berorganisasi. Beberapa tahun terakhir terjadi krisis kaderisasi.

3. Bersama-sama memperjuangkan aspirasi mahasiswa FKIP Untad secara transparan dan inklusif.


Dalam sesi tanya jawab, peserta forum mengangkat berbagai isu strategis, termasuk permasalahan dana hadiah Porseni Maba. Indriani Jesika Tapi mengakui bahwa hingga saat ini belum ada komunikasi dengan pengurus sebelumnya terkait pencairan dana tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjutinya.


"Secara personal, belum ada komunikasi. Mungkin setelah ini kami akan mengupayakan tindak lanjut terkait hal tersebut. Terakhir kali bertemu dalam validasi, saya juga mendengar bahwa setelah PEMIRA, hal ini akan diupayakan untuk segera diselesaikan," ujarnya.


Isu lain yang mencuat adalah citra BEM FKIP yang sempat tercoreng. Ketua umum Himabris menanyakan langkah konkret yang akan dilakukan kepemimpinan baru untuk membangun kembali reputasi BEM FKIP. Menanggapi hal ini, Indriani menyatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan program yang baik serta memperbaiki kelemahan yang ada.


"Untuk hal-hal yang kurang dalam kepengurusan sebelumnya, tentu kami akan berusaha lebih baik. Salah satu langkah utama dalam memperbaiki citra BEM adalah memastikan hadiah bagi pemenang Porseni Maba diberikan. Saya pikir, awal mula BEM FKIP tercoreng itu karena permasalahan hadiah tersebut. Jadi, itu dulu yang kita benahi, lalu kita evaluasi kembali aspek lain yang masih kurang dari kepengurusan sebelumnya," ungkap Indriani.


Sementara itu, Hairul, selaku Wakil Ketua BEM FKIP Untad, menyoroti pentingnya peningkatan minat mahasiswa dalam berorganisasi. Ia menyampaikan bahwa kepengurusan baru akan mengadakan Expo Kelembagaan yang melibatkan seluruh UKM dan himpunan di FKIP agar mahasiswa baru dapat melihat manfaat dari berorganisasi.


"Kami akan mengadakan Expo Kelembagaan, berkolaborasi dengan seluruh lembaga di FKIP untuk menampilkan karya-karya mereka, baik dari UKM maupun himpunan. Dengan begitu, mahasiswa baru dapat melihat bahwa berlembaga berarti berkarya," jelas Hairul


Penulis: Frisya/SL

BEM FKIP Untad di Tangan Pemimpin Baru, Apa yang Berubah? BEM FKIP Untad di Tangan Pemimpin Baru, Apa yang Berubah? Reviewed by Silo Langi on 3/15/2025 04:28:00 PM Rating: 5

No comments: