![]() |
Foto by: Tresia,SL/"Asistensi Mengajar di SMP LIK Layana Indah" |
SiloLangiNews-Palu. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) kembali menyelenggarakan program Asistensi Mengajar sebagai bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pada semester genap 2024/2025, program ini berlangsung dari Februari hingga Juni 2025 dan dikonversi setara dengan 20 SKS.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dari berbagai program studi di FKIP disebar ke sejumlah Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah di Kota Palu. Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman mengajar langsung kepada mahasiswa, sekaligus melatih dan mengembangkan kompetensi keguruan serta kependidikan mereka. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan secara interdisipliner dalam pembelajaran di sekolah, serta mengasah keterampilan komunikasi, kerja sama, soft skills, dan kognitif.
Selain mengajar, ruang lingkup kegiatan Asistensi Mengajar meliputi kegiatan akademik, non-akademik, adaptasi teknologi dalam pembelajaran, membantu administrasi sekolah, serta kegiatan lain yang relevan dengan mata kuliah yang dikonversikan.
Kepala SMP Satu Atap (Satap) LIK Layana Indah, Erik Ruben, S.Pd., M.Pd., menyatakan bahwa kehadiran mahasiswa Asistensi Mengajar sangat membantu tenaga pendidik di sekolahnya.
“Di SMP Satu Atap LIK Layana Indah ini sendiri masih kekurangan guru. Jadi, dalam kolaborasi dan interaksi dengan peserta didik sangat membantu guru-guru baik dalam pembelajaran maupun dalam pengembangan program-program di sekolah.” ujarnya.
Namun, Erik juga mengungkapkan bahwa ada tantangan dalam pendampingan mahasiswa Asistensi Mengajar. Salah satunya adalah memastikan mahasiswa mampu mengaktualisasikan ilmu yang telah diperoleh di kampus serta mengimplementasikan mata kuliah yang dikonversi ke dalam pembelajaran dan kegiatan administrasi di sekolah.
"Saya kira terkait dengan tantangan itu bagaimana melakukan pendampingan terhadap para mahasiswa ini. Terutama dalam mengembangkan atau melaksanakan program-program di sekolah, karena biar bagaimanapun dalam pelaksanaan program ini mahasiswa ini kan harus mengaktualisasikan apa yang sudah dia dapatkan di kampus, jadi para Mahasiswa Asistensi ini bagaimana matakuliah yang direkognisi itu betul-betul diimplementasikan secara menyeluruh dalam sekolah ini baik dalam pembelajaran maupun dalam tugas-tugas administrasi, seperti itu." terangnya
Kepala sekolah berharap agar mahasiswa Asistensi Mengajar setelah mengikuti program ini dapat menjadi guru yang dirindukan oleh peserta didik, serta menjadi teladan bagi semua orang.
"Harapan saya sebagai kepala satuan pendidikan tentu saya mengharapkan mahasiswa nanti ini betul-betul memahami dan mengimplementasikan apa yang sudah mereka dapatkan di sini. Saya berharap kedepan bisa menjadi guru yang dirindukan oleh peserta didik dan menjadi teladan bagi semua orang."
Penulis: Tresia/SL

No comments: